Dulu umurku masih 13 tahun saat itu aku masih kelas 2 SMP aku ketemu dengan dia yang waktu itu berusia 17 tahun. Aku dulu gak bisa berinteraksi dengan cowok, gak akrab dengan lawan jenis malah segenap tenaga mengeluarkan keberanian untuk berbicara dengan dia. Aku tahu kok waktu itu dia menganggapku anak kecil yang polos dan keras kepala. Aku berusaha sekuat tenaga untuk mencari perhatiannya, aku hilang kontak dengannya. Lalu saat aku kelas 3 SMP aku melacak keberadaannya dan kembali berupaya menemukannya namun kesannya tak terlalu baik untukku. aku hanya bisa menghela napas terlebih-lebih dia sudah punya kekasih...
Aku tak menyerah, dalam hati nanti aku akan berjuang untuk mendapatkan cintanya. Aku berusaha meningkatkan kualitas diriku, aku ingin mengejarnya agar aku pantas berada disampingnya, agar aku tak memalukannya dan tak merepotkannya. Dalam hati aku bertekad aku harus menjadi pasangan sempurna untuknya agar dia melirikku bukan sebagai anak kecil namun sebagai perempuan. Aku suka dia semenjak aku berusia 12 tahun. karena dia , aku yang waktu itu tomboy dan tak terlalu peduli penampilan mulai peduli dengan diriku, aku mulai memanjangkan rambut, memakai pakaian feminim. Aku mulai banyak belajar dalam hatiku hanya satu hanya untuk pantas diliriknya...
Kembali dia menelponku, betapa lamanya aku merindukan suara ini dan betapa menyenangkan suaranya.. Aku percaya di dunia ini Allah sudah menciptakan satu orang yang menjadi pasangan hidup, yang terlahir hanya untuknya. aku berharap aku terlahir untuknya...
Aku tetap seperti dulu kok, aku masih gadis kecil cerdas yang keras kepala . aku juga masih seprti dulu masih menyukaimu... Aku akan memoles diriku menjadi lebih baik agar suatu hari kau menemukanku dalam keadaan sempurna dan pantas untuk kau dekati... Tunggulah aku wahai pangeranku, aku percaya tuan putri hanya untuk pangeran. Pangeranku hanya kamu di hatiku dan aku akan berusaha untuk menjadi tuan putri yang dapat mendampingimu...
Aku pernah menangis menitikkan air mata saat kau marah padaku, aku jadi mengerti betapa pedihnya cinta . terlebih-lebih kamu cinta pertamaku, pertama kali rasanya aku merasakan perasaan senang diiringi detakan jantung, sekujur tubuhku panas dan bibirku tak henti-hentinya mengangkat bibir untuk tersenyum kepadamu. aku tetap gadis polos dihadapanmu...
Ketahuilah wahai pangeranku,
aku tak mengerti apa takdir Tuhan yang diberikan untukku dan kamu...
Aku tak mengerti kenapa kita dipertemukan, dipisahkan, dipertemukan dan dipisahkan lagi...
Tapi aku yakin setelah perpisahan ini maka akan ada pertemuan kembali...
Maka, jika kau bertemu denganku lagi... Jatuh cintalah padaku.
Jemput aku nanti , aku tetap menunggumu... :D
Si Upik Abu
kumpulan opini bersifat feminis
Senin, 20 Februari 2012
Kamis, 09 Februari 2012
The Miracle of tears
![]() |
| Add caption |
Di bidang kesehatan menangis sangat berguna untuk membersihkan kotoran di mata sehingga genangan air di mata tetap terlihat segar. Hasil riset menunjukan bahwa 83 % wanita dan 73 % pria yang menangis saat mendapat masalah mereka mengaku lebih lega setelah menangis dan mereka dapat melupakan permasalahan mereka.
Bukannya menyalahkan kodrat dan takdir tuhan, tapi saat kita menangis kita sedang membuang racun di dalam tubuh kita. Perasaan hati kita merasa lega saat kita selesai menangis. Malah dengan menangis kita merasa lebih kuat dari sebelumnya. bertingkah tegar layaknya superman dan tidak mau mengeluarkan air mata saat menangis, malah membuat kita terbebani. Itu menunjukan diri kiat sebenarnay lemah.
Rasullah pernah menangis saat siti Khadijah, istri tercintanya meninggal. Rasullah juga pernah menangis saat membacakan ayat-ayat suci alquran. Kenapa kita manusia biasa malah memunafikkan diri dengan berpura-pura tegar?
Jika kita merasa sedih dan merasa kehilangan sesautu menagislah sepuasmu, luapkan emosimu. Setelah puas menangis, hal yang pertama kali kau rasakan adalah pikiranmu merasa tenang, ada kepuasan batin dan perasaan lega serta kau akan menjadi kuat...
Semua wanita itu cantik
Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?" "Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya. "Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki- laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?" "Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"
Tuhan berkata: "Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan " "Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya" "Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh " "Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya " "Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu " "Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."
"Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. " "Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat
Realita negeriku
Aku hidup di sebuah zaman yang tak dapat kau mengerti. Dimana di
zaman ini kebencian adalah hal yang lumrah, impian dan kegembiraan
adalah hal - hal yang mustahil untuk dicapai dan menjadi hal yang
langkah. Media masa seolah memprovokasikan jiwa-jiwa nasionalisme di
hati setiap bangsaku. Politik dan uang menjadi makanan sehari-hari,
menjadi hal untuk menggapai impian.Para pemimpin dan pengusaha
mempermainkan kami dengan bujuk rayu yang tak akan pernah mereka
kabulkan. kami hanyalah alat untuk mereka, menjadi pion-pion yang akan
mereka korbankan dengan sesuka hati. dimanakah hati nurani mereka?
Pejuangku terdahulu memerdekakan bangsa ini, merebut negeri ini hanya untuk satu hal yaitu kegembiraan untuk para generasi mereka, agar mereka hidup gembira dan dapat menggapai sesuatu yang disebut impian mereka. Namun, di zamanku para orang-orang yang disebut pahlawan malah memprovokasikan kami agar kami menuai semua kebencian dan amarah di dalam hati kami. ideologi atau pandangan hidup kami diubah menjadi suatu mata rantai kebencian yang tak akan pernah putus dari waktu ke waktu.
Di zamanku impian dan cita-cita adalah hal mustahil untuk digapai jika kita tak punya uang dan tameng pelindung untuk mengangkat mereka. aku bukan sembarangan berbicara, tapi apa yang kukatakan berdasarkan fakta dan pemikiranku sendiri. lihatlah tes PNS, semua orang berlomba-lomba untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tapi, ketika kulihat praktik dilapangan, kolusi dan nepotisme malah terjadi di negeri ini dan menjadi hal biasa. mereka menyogok para petinggi dan panitia, hanya sedikit yang memperoleh usaha dari hasil kejujuran.
Semua orang meneriakan kata-kata untuk menghentikan KKN. mereka membenci KKN. tapi itu hanyalah sekedar teori, di dalam praktik semua yang menyangkut di negeri ini adalah KKN. korupsi merajalela, merampok dan mematenkan hak milik mereka seolah mereka dapat menyogok malaikat Izrail atau menyogok malaikat Ridwan untuk masuk ke dalam surga.
Kolusi dan nepotisme menjadi hal yang biasa, bukan sesuatu yang aneh. dan semuanya itu terus berjalan dari masa ke masa.
Aku percaya suatu saat aku ingin mengubah negeri ini, aku ingin mengubah pandanagn semua orang yang telah dibutakan oleh uang dan menjadi budak harta. Aku percaya akan mimpi-mimpiku, aku hanyalah anak kecil yang tak mengerti permasalahan rumit orang dewasa yang mengutamakan harga diri dan keuntungan semata.
Tanganku hanya dua dan kakiku hanya dua, aku tidak punya harta dan tidak punya kekuasaan. tapi aku punya mimpi yang akan mengubah semuanya. kan kukejar mimpiku dengan kedua kakiku meski aku harus jatuh berkali-kali, kan kuraih mimpiku denagn kedua tanganku. Saat aku mengutarakan impianku kepada semua orang, mereka menertawakanku dan mengatakan semuanya mustahil jika kita tak punya uang, mereka malah menakdirkan diriku untuk menjadi apa yang mereka impikan. Tapi, aku percaya akan ada suatu masa yang penuh kedamaian, dimana uang bukan untuk segalanya, dimana politik bukan alat untuk menggapai impian, dimana harga diri bangsa bukan untuk diprovokasikan untuk menuai kebencian...
Sayangnya, di negeriku. para koruptor seolah dipuja-puja bagaikan pahlawan, padahal mereka telah merampok harta rakyat. Lihatlah Nurdin Halid, seorang korup yang dipuja bagai pahlawan meski dia terkurung dalam jerali besi. sadarkah kalian wahai para koruptor tentang kemunafikan diri kalian? Sadarkah kalian tidak akan bisa menyogok malaikat Malik sang penjaga neraka agar kalian bisa mendapatkan neraka dengan fasilitas VIV, seperti kalian menyogok para sipir penjara di dunia.
Aku dan kamu adalah korban dari para pemimpin kita sekarang yang telah meracuni pikiran kita, membuat kita terlena akan janji yang tak pernah pasti. Moral di negeriku rusak, kedamaian menjadi omong kosong, para pemimpin kami sedang tertawa sambil memegang perutnya yang kenyang, rakyat miskin di negeriku sedang menangis seraya mengadahkan tanagn mereka..
Ini hanyalah catatan dari sang pemimpi. Ini hanyalah pandangan hidup seorang anak kecil yang tak punya apa-apa, namun aku percaya suatu saat dan suatu masa aku akan mengubah negeriku bersama dengan generasi penerusku.
29 Desember 2010
Pejuangku terdahulu memerdekakan bangsa ini, merebut negeri ini hanya untuk satu hal yaitu kegembiraan untuk para generasi mereka, agar mereka hidup gembira dan dapat menggapai sesuatu yang disebut impian mereka. Namun, di zamanku para orang-orang yang disebut pahlawan malah memprovokasikan kami agar kami menuai semua kebencian dan amarah di dalam hati kami. ideologi atau pandangan hidup kami diubah menjadi suatu mata rantai kebencian yang tak akan pernah putus dari waktu ke waktu.
Di zamanku impian dan cita-cita adalah hal mustahil untuk digapai jika kita tak punya uang dan tameng pelindung untuk mengangkat mereka. aku bukan sembarangan berbicara, tapi apa yang kukatakan berdasarkan fakta dan pemikiranku sendiri. lihatlah tes PNS, semua orang berlomba-lomba untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tapi, ketika kulihat praktik dilapangan, kolusi dan nepotisme malah terjadi di negeri ini dan menjadi hal biasa. mereka menyogok para petinggi dan panitia, hanya sedikit yang memperoleh usaha dari hasil kejujuran.
Semua orang meneriakan kata-kata untuk menghentikan KKN. mereka membenci KKN. tapi itu hanyalah sekedar teori, di dalam praktik semua yang menyangkut di negeri ini adalah KKN. korupsi merajalela, merampok dan mematenkan hak milik mereka seolah mereka dapat menyogok malaikat Izrail atau menyogok malaikat Ridwan untuk masuk ke dalam surga.
Kolusi dan nepotisme menjadi hal yang biasa, bukan sesuatu yang aneh. dan semuanya itu terus berjalan dari masa ke masa.
Aku percaya suatu saat aku ingin mengubah negeri ini, aku ingin mengubah pandanagn semua orang yang telah dibutakan oleh uang dan menjadi budak harta. Aku percaya akan mimpi-mimpiku, aku hanyalah anak kecil yang tak mengerti permasalahan rumit orang dewasa yang mengutamakan harga diri dan keuntungan semata.
Tanganku hanya dua dan kakiku hanya dua, aku tidak punya harta dan tidak punya kekuasaan. tapi aku punya mimpi yang akan mengubah semuanya. kan kukejar mimpiku dengan kedua kakiku meski aku harus jatuh berkali-kali, kan kuraih mimpiku denagn kedua tanganku. Saat aku mengutarakan impianku kepada semua orang, mereka menertawakanku dan mengatakan semuanya mustahil jika kita tak punya uang, mereka malah menakdirkan diriku untuk menjadi apa yang mereka impikan. Tapi, aku percaya akan ada suatu masa yang penuh kedamaian, dimana uang bukan untuk segalanya, dimana politik bukan alat untuk menggapai impian, dimana harga diri bangsa bukan untuk diprovokasikan untuk menuai kebencian...
Sayangnya, di negeriku. para koruptor seolah dipuja-puja bagaikan pahlawan, padahal mereka telah merampok harta rakyat. Lihatlah Nurdin Halid, seorang korup yang dipuja bagai pahlawan meski dia terkurung dalam jerali besi. sadarkah kalian wahai para koruptor tentang kemunafikan diri kalian? Sadarkah kalian tidak akan bisa menyogok malaikat Malik sang penjaga neraka agar kalian bisa mendapatkan neraka dengan fasilitas VIV, seperti kalian menyogok para sipir penjara di dunia.
Aku dan kamu adalah korban dari para pemimpin kita sekarang yang telah meracuni pikiran kita, membuat kita terlena akan janji yang tak pernah pasti. Moral di negeriku rusak, kedamaian menjadi omong kosong, para pemimpin kami sedang tertawa sambil memegang perutnya yang kenyang, rakyat miskin di negeriku sedang menangis seraya mengadahkan tanagn mereka..
Ini hanyalah catatan dari sang pemimpi. Ini hanyalah pandangan hidup seorang anak kecil yang tak punya apa-apa, namun aku percaya suatu saat dan suatu masa aku akan mengubah negeriku bersama dengan generasi penerusku.
29 Desember 2010
Jilbab bukan TOPENG!!
Ladies,, kali ini aku mau sharing nih tentang jilbaber ... aku cuma
mau ngubah paradigma orang - orang aja semoga note ini ada manfaatnnya
bisa ngasih inspirasi buat kita semua...
paradigma masyarakat sekarang melihat gadis berkerudung itu harus feminim, tutur kata halus, lembut, etc. Jadi terkadang kita sering dinasehati nggak boleh gini dan gak boleh gitu... Tahukah Ukhti sekalian bahwa syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh para gadis berkerudung terkadang menimbulkan beban tersendiri?
padahal Jilbab atau kerudung yang kita pakai bukan TOPENG untuk lakon sandiwara yang mengharuskan kita untuk membunuh KARAKTER khas pribadi yang tidak bertentangan dengan normal dan aqidah. Misalnya, cewek berkerudung gak boleh tomboy! harus bisa masak! gak boleh ikut-ikutan kayak gini...
Lho kok gitu?
Padahal Islam itu tidak mengengkang para ukhti untuk mengubah karakternya, malah Islam membingkainya menjadi karakter yang menyejarah. Karakter-karakter anda menjadi pesona tersendiri, lihat para ukhti zaman dahulu mereka tidak menjadikan jilbab sebagai topeng tapi dengan jilbab mereka menjadi pribadi tersendiri yang unik namun tidak meninggalkan akidah. seperti Nusaibah binti Kaab yang jago karate melindungi Rasullah kemanapun saat perang, ada yang berkepribadian kuat seperti Ummu Hani', ada yang berkepribadian manja dan ceria seperti Aisyah. Ada juga yang tetap bisa tertawa keras dan suka membentak seperti Hafsah binti Umar , ada juga yang berkarakter lembut dan anggun seperti Khadijah..
Selera Ikhwat juga bermacam-macam kan? ups..
Memang Islam memberikan etika kepada kaum wanita untuk melindungi dirinya seperti jangan mendesah dan menutup aurat. tapi bukan bearti Allah menyuruh kita mengubah karakter kita, asal tidak bertentangan dengan norma dan akidah semuanya boleh kok.
Jilbab bukan lakon sandiwara yang membuat kita menjadi orang lain saat memakainya. sekali lagi jangan sirnakan keunikan kita dan biarlah keindahan warna-warni itu hidup dan meronai dunia dengan pelangi ahlak..
Allah berfirman :
" Celupkan warna Allah dan siapa yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah. dan kepadaNya kami beribadah." ( Albaqarah 138)
Jelaskan dari ayat itu kita bisa tahu celupan warna yang melingkup karakter khas kita menjadi sesuatu yang indah. Ia akan menjaganya untuk tetap menjadi kemuliaan dimanapun dan kapanpun kamu berada.. :D
paradigma masyarakat sekarang melihat gadis berkerudung itu harus feminim, tutur kata halus, lembut, etc. Jadi terkadang kita sering dinasehati nggak boleh gini dan gak boleh gitu... Tahukah Ukhti sekalian bahwa syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh para gadis berkerudung terkadang menimbulkan beban tersendiri?
padahal Jilbab atau kerudung yang kita pakai bukan TOPENG untuk lakon sandiwara yang mengharuskan kita untuk membunuh KARAKTER khas pribadi yang tidak bertentangan dengan normal dan aqidah. Misalnya, cewek berkerudung gak boleh tomboy! harus bisa masak! gak boleh ikut-ikutan kayak gini...
Lho kok gitu?
Padahal Islam itu tidak mengengkang para ukhti untuk mengubah karakternya, malah Islam membingkainya menjadi karakter yang menyejarah. Karakter-karakter anda menjadi pesona tersendiri, lihat para ukhti zaman dahulu mereka tidak menjadikan jilbab sebagai topeng tapi dengan jilbab mereka menjadi pribadi tersendiri yang unik namun tidak meninggalkan akidah. seperti Nusaibah binti Kaab yang jago karate melindungi Rasullah kemanapun saat perang, ada yang berkepribadian kuat seperti Ummu Hani', ada yang berkepribadian manja dan ceria seperti Aisyah. Ada juga yang tetap bisa tertawa keras dan suka membentak seperti Hafsah binti Umar , ada juga yang berkarakter lembut dan anggun seperti Khadijah..
Selera Ikhwat juga bermacam-macam kan? ups..
Memang Islam memberikan etika kepada kaum wanita untuk melindungi dirinya seperti jangan mendesah dan menutup aurat. tapi bukan bearti Allah menyuruh kita mengubah karakter kita, asal tidak bertentangan dengan norma dan akidah semuanya boleh kok.
Jilbab bukan lakon sandiwara yang membuat kita menjadi orang lain saat memakainya. sekali lagi jangan sirnakan keunikan kita dan biarlah keindahan warna-warni itu hidup dan meronai dunia dengan pelangi ahlak..
Allah berfirman :
" Celupkan warna Allah dan siapa yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah. dan kepadaNya kami beribadah." ( Albaqarah 138)
Jelaskan dari ayat itu kita bisa tahu celupan warna yang melingkup karakter khas kita menjadi sesuatu yang indah. Ia akan menjaganya untuk tetap menjadi kemuliaan dimanapun dan kapanpun kamu berada.. :D
Rabu, 08 Februari 2012
Syndrom Cinderella
sebenarnya aku masih bingung dalam kisah Cinderella, oke dalam garis besarnya diceritakan ada gadis biasa yang menderita disiksa oleh ibu tiri. suatu hari dia dibantu oleh ibu peri untuk pergi ke pesta dansa, Cinderella berhasil menarik perhatian sang pangeran dan meninggalkan sepatu kaca. si pangeran yang telah jatuh cinta kepada gadis misterius itu berusaha mencari jejaknya dengan mencari siapa pemilik sepatu.alkisah, sepatu itu tak cocok dengan seluruh kaki gadis di kota itu. akhirnya seorang gadis biasa menggunakan sepatu itu dan ternyata pas, dialah si gadis misterius yang telah memikat hati pangeran.
Itulah kisah Cinderella yang biasa kita dengar, yang kita tahu akhir dari kisah cinderella dia hidup bersama pangeran. satu pertanyaan buat cinderella apakah dia bahagia dengan pangeran? dan apakah dia mencintai sang pangeran? dari latar belakang kisahnya Cinderella hidup disiksa oleh ibu tirinya, logisnya dia pergi ke pesta dansa untuk mencari nasib bisa saja dia terpilih menjadi permasuri untuk membebaskan hidupnya yang selalu disiksa oleh ibu tirinya. Lalu , Cinderella yang hidup sebagai gadis biasa apakah bisa beradaptasi dengan kehidupan kerajaan yang dipenuhi kaum bangsawan? dapatkah Cinderella beradaptasi, mengubah cara berjalannya, cara makannya, cara bicaranya, dididik untuk menjadi seorang lady yang harus cerdas dan berwawasan. Apakah Cinderella rela meninggalkan kehidupannya yang dulu? Ya, mungkin kehidupan bersama pangeran di istana lebih mapan, semua kebutuhannya terpenuhi namun Cinderella juga harus membunuh karakternya yang menjadi pribadinya selama ini untuk menjadi seorang permasuri yang dapat bersanding dengan pangeran.
Syndrom Cinderella menjangkit hampir semua wanita di dunia, mereka berlomba-lomba mempercantik diri untuk mencari "pangeran" berkualitas yang kaya raya yang dapat memenuhi permintaan mereka. ada juga yang diam diri, mereka tidak berusaha untuk mencari sang pangeran dan tidak berusaha meningkatkan kualitas diri . mereka percaya jodoh di tangan Tuhan dan pasangannya akan menerima dirinya apa adanya namun dia punya kriteria tinggi untuk pasangannya. inilah gadis-gadis pesimis yang punya khayalan tingkat tinggi.
Sebenarnya tidak salah lho mencari pasangan yang berkualitas, hak setiap orang untuk mencari dan mendapatkan cinta dari lawan jenis. Tapi , ini bukanlah dongeng. hallo... Ini dunia nyata!! mana ada seorang cowok cakep, punya banyak uang, jabatan tinggi, pintar, baik hati, kuat dan bisa diandalkan bisa bersanding dengang gadis jorok, jarang mandi, gak bisa menjaga kecantikannya, ngomongnya kasar, tingkahnya amburadul. Kita mulai berpikir logis dan logika sekarang. Lalu pertanyaannya bagaimana cara kita menggaet hati seorang pangeran? It's easy anwer but It's hard to do,, "Tingkatkan kualitas diri kalian maka pasangannya yang setara akan datang dengan sendiri."
Itulah kisah Cinderella yang biasa kita dengar, yang kita tahu akhir dari kisah cinderella dia hidup bersama pangeran. satu pertanyaan buat cinderella apakah dia bahagia dengan pangeran? dan apakah dia mencintai sang pangeran? dari latar belakang kisahnya Cinderella hidup disiksa oleh ibu tirinya, logisnya dia pergi ke pesta dansa untuk mencari nasib bisa saja dia terpilih menjadi permasuri untuk membebaskan hidupnya yang selalu disiksa oleh ibu tirinya. Lalu , Cinderella yang hidup sebagai gadis biasa apakah bisa beradaptasi dengan kehidupan kerajaan yang dipenuhi kaum bangsawan? dapatkah Cinderella beradaptasi, mengubah cara berjalannya, cara makannya, cara bicaranya, dididik untuk menjadi seorang lady yang harus cerdas dan berwawasan. Apakah Cinderella rela meninggalkan kehidupannya yang dulu? Ya, mungkin kehidupan bersama pangeran di istana lebih mapan, semua kebutuhannya terpenuhi namun Cinderella juga harus membunuh karakternya yang menjadi pribadinya selama ini untuk menjadi seorang permasuri yang dapat bersanding dengan pangeran.
Syndrom Cinderella menjangkit hampir semua wanita di dunia, mereka berlomba-lomba mempercantik diri untuk mencari "pangeran" berkualitas yang kaya raya yang dapat memenuhi permintaan mereka. ada juga yang diam diri, mereka tidak berusaha untuk mencari sang pangeran dan tidak berusaha meningkatkan kualitas diri . mereka percaya jodoh di tangan Tuhan dan pasangannya akan menerima dirinya apa adanya namun dia punya kriteria tinggi untuk pasangannya. inilah gadis-gadis pesimis yang punya khayalan tingkat tinggi.
Sebenarnya tidak salah lho mencari pasangan yang berkualitas, hak setiap orang untuk mencari dan mendapatkan cinta dari lawan jenis. Tapi , ini bukanlah dongeng. hallo... Ini dunia nyata!! mana ada seorang cowok cakep, punya banyak uang, jabatan tinggi, pintar, baik hati, kuat dan bisa diandalkan bisa bersanding dengang gadis jorok, jarang mandi, gak bisa menjaga kecantikannya, ngomongnya kasar, tingkahnya amburadul. Kita mulai berpikir logis dan logika sekarang. Lalu pertanyaannya bagaimana cara kita menggaet hati seorang pangeran? It's easy anwer but It's hard to do,, "Tingkatkan kualitas diri kalian maka pasangannya yang setara akan datang dengan sendiri."
Selasa, 07 Februari 2012
Keajaiban Wanita
Ini dialog antara penghuni surga sama bidadari surga :
Seorang wanita penghuni surga bertanya kepada salah seorang bidadari di surga.
Wanita : wahai, kakakku. Kenapa wanita begitu lemah dan selalu menangis?
Bidadari : wahai adikku. .Wanita itu tidak lemah karena tangis air matanya tapi itu lah kekuatan yang meleburkan ego laki-laki. Malah kekuatan itu mengalahkan rasa ego pada diri laki-laki, karena rayuan dan tangisnya Musa as bisa terselamatkan oleh Fir’aun. Duhai, adikku! Lembutnya wanita itu bukan lemah melainkan senjata untuk mengalahkan ambisi laki-laki.
Wanita : namun wahai kakakku, wanita itu fitnah dunia.
Bidadari : adikku pernahkah engkau mendengar Allah berfirman “ wahai laki-laki beriman, tunduklah pandanganmu dan jagalah auratmu. Coba adik nilai kepada siapa, kepada siapa pesan itu ditunjukkan? Kepada kaum Ar-Rijal ( laki-laki), karena andai laki-laki menjaga pandangannya, maka tidak mungkin wanita menjadi fitnah baginya. Dan juga tuhan tidak melupakan pesan kepada kaum wanita untuk menjaga auratnya karena itulah kehormatannya. Bukan fiitnah semata jika Ar-rijal dan An-Nisa dapat menjaga auratnya masing-masing. Satu wanita beriman lebih baik daripada seribu laki-laki beriman.
Wanita : wahai kakakku, kenapa wanita selalu menjadi bahan peragaan dalam setiap produk, mereka bahkan rela menanggalkan busana mereka? Tidak kah mereka malu??
Bidadari : duhai adikku sayang, al – haya (sifat malu) ada dalam diri setiap insan. Wujudnya dalam setiap hembusan nafas yang menjaga kehormatannya. Namun pada wanita Al-haya itu begitu indah sebagai perbentengan diri, ketika Al-haya melebur imannya akan runtuh. Kenapa mereka ingin menjadi peraga? Karena secara psikologis mereka tidak percaya diri dengan penampilan mereka. Mereka takut mereka kalah dan tidak cantik. Namun adikku wanita solehah pasti akan menghindar dari pebuatan yang memalukan itu. 1001 keindahan pencipta ada pada diri wanita. Karena itu pandai-pandailah memilih pria yang akan menjadi imammu dia akan membuatmu menjadi permata yang berkilau atau debu butiran pasir.
Bidadari : namun janganlah adikku gusar jika tidak ada laki-laki yang memetikmu. Dan janganlah sekali-kali merendahkan dirimu, menjual dirimu dan menyembah tanah. Karena Allah menjadikan dirimu mahluk yang paling bermatabat tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)







